Ehm ehm, tes tes (ceritanya olah vokal sambil benerin kerah baju biar kelihatan tambah kece). Sebelumnya terimakasih ya yang sudah kasih saran dan masukan buat blog ini. Saya merasa terhormat sekaleeeeeee karena diperhatiin :*
haha hiperbola banget ye. Saya akan bercerita lagi tentang sesuatu yang dahsyat loh, mau tau gak mau tau gak mau tau gak mau tau gak mau tau gak? *PLAK, kebanyakan nanya deh ni orang.
Oke oke saya akan kembali bercerita. Di suatu hari hiduplah seorang putri yang bernama Snow Black di sebuah kampung yang jauh dari keramaian. Dia tinggal bersama kurcaci yang selalu membantunya. *PLAK, itu cerita dongeng, skip ayo kembali ke jalan kebenaran!
Sebelumnya saya akan menepati janji kepada bahwa postingan ini dan selanjutnya akan sesuai EYD walaupun bahasanya tidak baku. wakakaka
***
Piye kabare rekan rekan sebangsa dan setanah air? kembali lagi dalam acara yang spektakuler, fantastis, super, dahsyat, dan ngehitz tentunya.Bersama saya, jelmaan Mario Teguh yang berkolaborasi dengan Andi F Noya. Salam Super *obsesi mau jadi motivator*
Jumpa lagi bersama saya disini, malam ini enaknya cerita apa ya? mungkin Idul Adha seru juga. Fix ambo akan bercerita tentang Idul Adha ala ala Rohis SMAN 97 Jakarta (Bregejep). Idul Adha, identik dengan apa saudara saudara????????
yap, kambing dan sapi. Mereka adalah barang wajib yang mana nantinya merekalah yang menjadi korban kesadisan golok dan benda tajam lainnya yang dimainkan dengan lihai oleh penyembelih. Di 97 kalau gak salah sih ada 1 ekor sapi dan beberapa ekor kambing yang akan disembelih... kalo gak salah loh ini kalo gak salah ya.
***
H-1 sebelum hari H, panitia rapat sama bu tamamah buat cek dan ricek lagi apa yang masih kurang. Ternyata semuanya sudah lengkap, dan tugaspun dibagikan sesuai dengan jalur jalurnya. Tugas terberat adalah tugas yang dialami oleh seksi konsumsi dan ketua koordinator. Karena mereka harus datang lebih pagi, bener banget kan bu tamamah nyuruh Sie.Konsumsi dan Koordinator kalau bisa solat di sekolah -_____-
hadeh, kebayang kan betapa paginya itu? yaudah kitapun terima buat solat di sekolah. Sedangkan ikhwan, mereka mabit (bermalam di sekolah jagain sapi dan kambing yang lagi galau).
***
Keesokan harinya. Sesuai tugas terutama Sie.Konsumsi dan Ketua Koordinator harus dateng pagi dan solat disekolah. Ketika saya sampe disekolah, terlihat sesosok gadis berkerudung putih memakai rok dan pakai tas selempang sedang tertunduk malu sambil metik metikin daun. Siapakah dia? Yaitu adalah Annisa Dwinda Fatimah, yap dia adalah akhwat pertama yang sampai ke 97. Cinta banget ye sama 97, ckck
Sayapun menghampirinya dan berkata
"Hei, kamu ngapain ngelamun disini? Ayo kita masuk bareng sama aku."
"Aku malu nih, males juga didalem bingung mau ngapain."
"Yaudah ayo aku temenin kamu. Kita siapin makanan pagi buat Ikhwan dan penyembelih."
(adegan ini hanya di dramatisir, semua nama tokoh, tempat, dan dialog hanyalah fiktif belaka) #eh
Akhirnya sayapun masuk bersama Annisa. Kamipun bantuin mas Darsan buat nyiapin sarapan. Setengah jam kemudian mulai banyak akhwat yang udah dateng, dan gak terasa waktunya solat Ied tiba. Kamipun bergegas solat, tapi akhwat yang lagi berhalangan tetep berkutik dengan alat alat dapur.
***
Seusai solat tibalah puncak acara yang sangat mengaharukan. Kami harus menyaksikan pembunuhan hewan hewan yang tidak bersalah. Hati ini serasa hancur, remuk, dan hidup ini bagai arah yang tak terarah #eaea
mata hewan hewan tersebut berkaca kaca sepertinya ada hasrat yang ingin mereka curahkan bahwa mereka belum siap untuk mati meninggalkan dunia ini. Tapi apa daya, memang ajal mereka sudah tiba. Kamipun ikhlas merelakan kepergian mereka. hikshikshiks
Sementara ikhwan sibuk dengan hewan dan darah. Kami (akhwat) sibuk dengan sayuran buat makan siang panitia dan penyembelih lain. Disitu terasa banget kehangatan, kebersamaan berkumpul jadi satu. Ketawa bareng, motongin kacang panjang bareng walaupun panjangnya amburadul, foto foto bareng. Pokoknya nyaman banget saat itu. HUHUHUHU *sinetron sedikit gak papa kan?*
***
Tuingtuinggggggg. Dagingpun sudah beres, sayur juga sudah matang, nasipun sudah tanak. Artinya adalah waktunya untuk belajar. *PLAK, makan eh makan.
ya maksudnya makannnnn. Semua makan dalam kegembiraan, kebersamaan, dan suka cita. *tuh kan sinetron lagi*
Selesai makan. Tolelolettttttt, ini nih ini nih yang paling paling palinnnnnggggggg bikin gondok gimana gitu. Beres beres dan cuci piring saudara saudara. Dan yang paling gak enak itu harus cuci piring punya ikhwan ikhwan yang tidak bertanggung jawab mencampakkan piring dan sendok begitu saja setelah mereka menikmatinya. Sungguh kejam sekaleeeeeee
Ya tapi untungnya kami akhwat yang baik, rajin, dermawan, juga tidak sombong. Jadi kami nikmatin aja deh sekaligus main air. *loh
***
........Random, tiba tiba keinget cerita ini gak tau dan gak inget sama sekali siapa yang nyampein ini. Tapi kepengen nulis dan gak tau kenapa tangan ini mau ngetik. Intinya sih ada penduduk sekitar marah sama anak rohis karena gak kebagian daging. Oh iya sebelumya daging yang kita sembelih emang dibagiin buat penduduk sekitar, guru guru, sama panitianya.
Terus katanya dia kaya nyumpahin 97 itu kebakaran gitu. Tapi ini masih simpang siur, lupa banget soalnya. Tapi emang beneran ada yang marah........
***
Ya emang udah risiko kita sih sebagai panitia gitu, jadinya ya LEGOWO ajahhhhhhh. Seusai semuanya kelar sekelar kelarnya. Kamipun pulang kerumah masing masing dengan membawa bingkisan sebungkus daging qurban. Sebenernya banyak sih yang belum tersampaikan. Tapi memang tidak perlu untuk disampaikan. hahahaha
Pelajaran Yang Dapat Diambil: SAYANGILAH SAPI DAN KAMBING
Bye bye semuanya See You kapan kapan. *PLAK (lagi) Inggris kolaborasi~






















